Aku, PA Bayi Sehat, dan pengalaman Indahku

Oleh : Jepri Reykerts

**

Bercerita tentang komunitas Angels Assistant, Di benak saya langsung muncul satu pribadi yang gigih memperjuangkan komunitas ini. Saya juga teringat beberapa sahabat yang akhirnya bergabung dan memperkuat komunitas ini.

***

Saya bersyukur, meskipun saya sudah tidak bisa secara nyata ikut serta, tapi salah satu harapan saya untuk komunitas ini di lanjutkan oleh para Assistant.Dan berkat doa maka sampai saat ini Angels Assistant boleh bertahan untuk terus bisa berkunjung ke beberapa panti asuhan dan berbagi kebahagiaan buat adik adik di sana.

Cerita sedikit, saya mempunyai latar belakang yang kuat dengan dunia anak-anak. Sebagai aktivis yang berkutat dengan anak-anak , saya selalu dikelilingi banyak anak kecil dengan karakternya masing-masing. Tapi sekalipun begitu, saya belum pernah merasa memiliki pengalaman seindah ini.

Mari kita mulai kisah ini.🙂

**

Sore itu, saya bersama tim dari Angels Assistant berkunjung ke salah satu panti asuhan di daerah DAGO, Panti Asuhan Bayi Sehat Muhammadiyah namanya. Sesampainya di sana, kami langsung dipersilakan untuk naik ke lantai 3, tempat para bayi dirawat.

Saya pun sangat bersemangat untuk menaiki satu per satu anak tangga hingga akhirnya sampai di lantai 3. Ada sebuah lorong yang di kanan dan kirinya terdapat pintu-pintu jalur masuk ke kamar bayi. Saya memasuki salah satu yang ada di sebelah kiri lorong. Di sana saya melihat seorang anak umur 3 tahun yang memiliki kelainan pada otaknya sehingga kepalanya Besar. di sana saya terenyuh dimana saya mengenang masa saya dulu harus terlahir sebagai bayi prematur. Saya saat melihat mata anak itu saya tau dia bahagia saat saya tersenyum dan mendoakannya, saya berharap suatu saat dia bisa sembuh dan bisa menjadi anak yang sehat. Banyak anak anak yang benar benar di buang orang tuanya begitu saja dengan alasan yang selalu sama.

Di saat itu saya pribadi marah, sungguh kasihan anak anak ini tumbuh tanpa kehadiran orang tua, saya bisa rasakan di suatu saat mereka akan sangat merindukan kasih sayang orang tua kandung.

Saya berharap kehadiran dan tawa canda saya kepada anak itu bisa meringankan sedikit kesedihannya, saya rasanya ingin merangkul dan berkata “… Jangan takut ada kakak di samping…”

Pengalaman yang saya dapatkan menjadi salah satu Assistant di komunitas kecil bernama Angels Assistant adalah pengalaman yang tak bisa di beli oleh uang atau apapun. Keterlibatan saya di dalam komunitas ini membuat saya tersadar bahwa sungguh Tuhan itu baik, Tuhan membuat dengan segala kerendahanya mengajarkan saya untuk melihat dalam kehidupan anak anak. Tuhan berbicara melalui saya tentang makna sebuah kasih melalui anak anak. Melalui pesan-pesan non verbal yang saya dapatkan secara pribadi langsung dari anak-anak tersebut.

Saya berharap teman teman yang lain bisa berbagi senyum kepada anak anak dimanapun. Dengan senyum semua akan indah dan mendamaikan hati kita semua.

Saya berharap saya bisa bergabung lagi selepas tugas saya di bali selesai dan berbagi cerita dengan adik adik tentang kehidupan dan mengabadikan setiap moment terbaik Angels Assistant dan semua kegiatan kita di panti atau dimanapun.. Mohon doa

BELAJARLAH DARI ANAK- ANAK UNTUK BISA TAHU APA YANG TUHAN INGINKAN DALAM HIDUP KITA!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s