Ada Harapan di Ciroyom

Harapan. Itulah yang kami, para Assistant pegang selama ini. Kami senantiasa berharap dalam hati agar setiap upaya kami dapat memberikan kebaikan yang sebesar-besarnya kepada siapapun yang menerima bantuan yang kami salurkan.

Kalau mau dipikir, kami hanyalah sekumpulan anak muda yang berjuang hanya bermodalkan idealisme sederhana, bahwa kebaikan sekecil harus dibagikan secara universal. Kami tidaklah kaya secara materi. Kami bermodalkan nol rupiah saat kami memulai ini semua. Namun, setelah mengalami banyak hal bersama Angel’s Asssistant, saya menyadari satu hal, bahwa seharusnya tidak ada alasan untuk menahan-nahan langkah untuk mulai berbagi. Dengan bergabung bersama Angel’s Assistant, saya menyadari bahwa pada hakikatnya, manusia diciptakan untuk menggunakan kelebihannya untuk mengisi kekurangan orang lain. Jika kita saja sebagai manusia, bisa merasa iba terhadap nasib orang-orang yang kurang beruntung, terlebih Tuhan yang notabene merupakan pencipta manusia. Tentulah Ia akan menyertai langkah orang-orang yang memiliki hati untuk berbagi. Hal ini telah kami buktikan sendiri.

**

30 Juni 2012

Sangat senang rasanya ketika kami bisa melihat langsung nyala harapan di atap Pasar Ciroyom. Mereka belajar dalam kondisi yang serba sederhana, namun ada kebahagiaan di wajah mereka ketika mereka belajar.

Hari itu kami berangkat jam 3 sore dengan menaiki angkot caringin-dago sambil membawa buku-buku yang kami beli dari uang hasil penjualan pin selama sebulan. Sampai di sana, ternyata suasana masih cukup sepi. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya atap pasar itu ramai dengan anak-anak yang akan belajar.

Para anak kemudian memperkenalkan diri sembari menyebutkan cita-cita mereka. Nama mereka satu-persatu mungkin tidak dapat kami ingat dengan sempurna, namun cita-cita mereka telah kami tangkap dengan sukacita. Ada yang ingin menjadi presiden, pemain bola, bahkan ada yang ingin menjadi seperti Rhoma Irama serta sekelompok anak perempuan yang mengaku ingin menjadi generasi penerus Cherybelle. Hahaha. Salut buat merekašŸ˜€

Nama saya Acung, cita-cita saya ingin menjadi seperti Rhoma Irama


 

Dian, Nike, dan Cindy berfoto bersama “Penerus Cherybelle”


 
Setelah acara perkenalan, kami kemudian mulai mengajari mereka seni melipat kertas (origami) dan mewarnai gambar dengan kertas warna. Walaupun yang kami ajarkan hanyalah hal yang sederhana, namun ketika kami melihat keceriaan di wajah mereka, melukiskannya bukanlah sesuatu yang sama sederhananya. Sungguh pengalaman yang indah.

Gambar gasing yang diwarnai menggunakan kertas warna, karya grup “Penerus Cherybelle”


 

Karya unik, kepala musang dengan badan kecebong yang digabung menjadi satu, karya Deki


 
Pukul 6 sore kami berpamitan dengan anak-anak dan para relawan. Sebelumnya tentu saja kami tidak lupa untuk berfoto bersama terlebih dahulu.
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s