Arti Sebuah Kehadiran

“Kakak,jangan kemana mana. Di sini aja sama Leli..” ungkap gadis mungil itu dengan pelafalan yang kurang jelas,sambil memegang erat lenganku.
***

Leli adalah seorang gadis berusia 16 tahun yang punya keterbelakangan mental. Salah satu anak yang kutemui di Panti Asuhan Bhakti Luhur Alma minggu kemarin. Meski usianya bisa dikatakan sudah remaja, tapi sikapnya tak lebih dewasa dari anak usia lima tahun. Seperti anak anak panti yang lainnya, Leli pun anak yang ceria, bahagia ketika dipuji, dan senang bernyanyi.

Hari itu, seperti kakak-kakak yang lain. Aku pun mengajak Leli untuk bermain dan menggambar. “Kita menggambar yuk?” ajakku saat itu. Dia mengangguk antusias. Tapi saat kuminta untuk dia menggambar dan menulis sendiri namanya,dia lalu menolak. “Sama kakak aja..” katanya.

Aku melirik teman temanku yg sibuk dengan anak yg lain. Ada yg main kuda-kudaan,ada yang membuat origami, ada pula yang bernyanyi. Aku tersenyum melihat ada banyak tawa yang terukir di bibir mereka.

“Kak..”, panggil leli. Aku mengalihkan pandanganku padanya. “Buat kolam ikan..” pintanya sambil menyodorkan selembar kertas lipat. Aku mengangguk dan meraih kertas itu. Tak berapa lama seorang anak panti lain yg juga down syndrome, menunjukan sebuah gambar bertuliskan namanya. “Wah,bagus sekali..” pujiku. Mendengar hal tersebut,Leli kemudian mengambil selembar kertas lipat dan spidol. “Kakak, ini..” katanya menyodorkan kertas berisi coretan yang baru saja dibuatnya.

Aku tertegun. Baru aku mengerti kenapa dia menolak saat aku memintanya untuk menggambar. Dia memang tak bisa menulis. Dia tak bisa memegang alat tulisnya dengan baik.

Ya Tuhan…

Aku memeluknya,lalu bertanya padanya,” Leli sekarang kita mau ngapain?” Dia menggeleng. “Aku mau sama kakak aja..” katanya. Runtuh sudah segala pertahananku. Air mata ini tak sanggup lagi kubendung. Aku memeluknya,mencium pipinya. Dia tersenyum. “Kakak sayang Leli..” ungkapku lirih.

Dia menggeleng. “Aku mau sama kakak aja..” katanya. Runtuh sudah segala pertahananku. Air mata ini tak sanggup lagi kubendung.

Ada satu pelajaran berharga yang aku dapat kemarin. Kadang kita terlalu sibuk berpikir tentang apa yang bisa kita berikan kepada mereka. Padahal yang paling mereka perlukan hanyalah kasih sayang dan kehadiran kita disamping mereka.

Ada banyak leli lain di luar sana yang membutuhkan kehadiran kita. Bukan untuk mengasihani,tapi untuk mengasihi.

Selamat menuai senyum anak bangsa, sahabat. Tuhan memberkati.

.Dian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s